Minggu, 24 April 2011
Ojo pernah dikejar, …
…, Sebuah sinopsis seringkali berujar, “kejarlah ketika kamu masih bisa tuk berlari.” Tapi tak semua mesti menjadi rencana & target. Karena kadang nilai sebuah kesetiaan & harapannya lebih mengikatnya. Kebahagiaannya tak lagi bisa keruh. Bening. Sekali2 jangan pernah berusaha membeningkan. Karena terlalu bening. Kadang sekali keruh. Akan menjadi khilaf & sesal di kemudian hari.
…, FM dalam syairna, bolehlah semakin mengejar dan siap untuk semakin menjauh. Karena kadang hide & seek. Akan lebih memudahkan untuk menutup rahasia. Walaupun kadang sedikit terbongkar, namun itulah kunci bahwa kita tak semestinya berbohong. Demi untuk itu.
…, Lagi pula, falsafah ada udang dibalik batu, kadang udangnya sendiri terlalu lelah. Kenapa mesti Ia yang dikorbankan untuk perumpamaan itu. Padahal udang itu enak bila disajikan. Sebenarnya udang juga terlalu letih ketika mesti di balik batu terus, tapi sebenarnya aman, ketika jaring & kailpun nyangkut di atasnya. Tapi ia juga mesti berusaha keluar, karena suasana kadang membosankan bila harus bersembunyi.
…, Harus diakui, terlalu mengejar yang tak pasti, akan membuat kita semakin mendewakannya. Lagi pula, itu juga tak akan mampu menuai hasil. Semestinya berserah diri dan tawakal dengan segala yang pernah dilakukan. Kita mesti beranjak, jika di tempat ini usang, maka di tempat lain belum tentu rapuh. To be continued untuk itu. (rezo)
…, FM dalam syairna, bolehlah semakin mengejar dan siap untuk semakin menjauh. Karena kadang hide & seek. Akan lebih memudahkan untuk menutup rahasia. Walaupun kadang sedikit terbongkar, namun itulah kunci bahwa kita tak semestinya berbohong. Demi untuk itu.
…, Lagi pula, falsafah ada udang dibalik batu, kadang udangnya sendiri terlalu lelah. Kenapa mesti Ia yang dikorbankan untuk perumpamaan itu. Padahal udang itu enak bila disajikan. Sebenarnya udang juga terlalu letih ketika mesti di balik batu terus, tapi sebenarnya aman, ketika jaring & kailpun nyangkut di atasnya. Tapi ia juga mesti berusaha keluar, karena suasana kadang membosankan bila harus bersembunyi.
…, Harus diakui, terlalu mengejar yang tak pasti, akan membuat kita semakin mendewakannya. Lagi pula, itu juga tak akan mampu menuai hasil. Semestinya berserah diri dan tawakal dengan segala yang pernah dilakukan. Kita mesti beranjak, jika di tempat ini usang, maka di tempat lain belum tentu rapuh. To be continued untuk itu. (rezo)
Jumat, 22 April 2011
..., Sejumlah Alasan, ...
.., ketika ingin berarti, mengapa kata-kata 'tidak' menelusup tiba-tiba, ...
..., sejumlah kata-kata terlontar 'datar' ,sedangkan q berusaha membuat suasana waktu yang mengekangmu bisa terlalui, ..., ketika tak sama, tlah kupikirkan caranya agar mudah, karena pengalaman tlah membantu menyelesaikan, ...
..., ketika tertawa terbahak2, q berusaha tenang & menjaga hati agar tak terbakar, sedangkan kau tak merasakan, ...
..., ketika mengartikan tanggung jawab, sedangkan kau berlindung tanpa tanggung jawab itu, ...
..., ketika lelah, sedangkan kau hanya berujar "tidak sementara', ...
..., ketika maaf, sedangkan kau tak berusaha mengatakan ....
(Bukan untuk siapa2)
..., Sebenarnya yang pernah ingin kau tahu !!!
...., bukan sebuah sifat itu yang q tunjukkan, q berusaha membuat hati ini ramai, lagian betapa kuatna sebagian godaan itu, di tambah berapa kali harus bertahan dalam cobaan yang bertubi2, dari awal ketika semua meninggalkan, dalam 2 sosok restu yang telah menghilang, padahal q ingin menjaganya & berbakti.
..., keluarga q adalah sebagian kata2 yang terucap dari sahabat, teman. Tak pernah merasa bosan, canda tawa, kritik, acuhan, dan juga cemohan. itu sangat berarti, tak pernah merasa terluka. justru dengan itulah, q mngerti hebatnya.
..., jika penempatan itu salah, maka itulah kelebihan q, jika penempatan itu benar, maka itulah kekurangan q. karena jika benar belum tentu itu yang terbaik, dan kadang lebih menyakitkan jika hanya semu, ...
..., keluarga q adalah sebagian kata2 yang terucap dari sahabat, teman. Tak pernah merasa bosan, canda tawa, kritik, acuhan, dan juga cemohan. itu sangat berarti, tak pernah merasa terluka. justru dengan itulah, q mngerti hebatnya.
..., jika penempatan itu salah, maka itulah kelebihan q, jika penempatan itu benar, maka itulah kekurangan q. karena jika benar belum tentu itu yang terbaik, dan kadang lebih menyakitkan jika hanya semu, ...
Senin, 18 April 2011
Sabtu, 16 April 2011
Sabtu, 09 April 2011
Sistem Kerja Editorial
1 Teknis
a. Pembagian Kerja
1) Koordinator 1 ( Rosid > Bhs. Ind)
- Netty (Bhs. Ind)
- Agus (ekonomi)
- Alvin (magang)
2) Koordinator 2 (Fajar > Bhs. Ind)
- Mbak maria (English)
- Ari Kurniawan (sosiologi)
- Santi (matematika)
- Armin (magang)
3) Koordinator 3 (Sapto > PPKN )
- Fitri (Kimia)
- Murni (Sejarah)
- Evi (magang)
- Antik (magang)
b. Teknis kerja
- Naskah awal di data Mbak netty (termasuk lemburan)
- Pembagian editan naskah dari Koordinator 1 disampaikan ke Koordinator 2 dan 3 untuk dibagi ke tim.
- Koordinator 1, 2, 3 bertanggung jawab editan Tim (pengecekan keseluruhan, kelengkapan)
- Fix editan, masuk ke mbak netty tuk di data lagi.
- Masuk setter utama oleh Koordinator 1.
- Cek akhir/finish pada masing Koordinator.
- Masuk Setter lagi baru quality control.
2. Non teknis
a. Hal-hal umum
- Permasalahan-permasalahan terkait dengan Komplain masalah editan dari penerbit diterima Koordinator 1 untuk ditindaklanjuti bersama Koordinator 2 dan 3. (tim)
- Hal-hal yang berkaitan dengan divisi editor (masalah2 umum yang berkaitan dengan penulis dan setter, dll)
- Editor wajib memahami tata penulisan, format penulisan penerbitan, kelengkapan kurikulum (SKKD, Silabus, Promes, Prota, RPP), dan petunjuk tentang editan.
- Editor wajib bekerja sama dengan tiap-tiap koordinator naskah, ilustrator dan setter.
- Koordinator editor Siap Antar Jaga bila dibutuhkan.
b. Tugas editor
- Penyesuaian kurikulum (SKKD, Silabus) dengan isi materi.
- Kelengkapan tata penulisan (isi, ikon) sesuai format penulisan.
- Melengkapi kekurangan kelengkapan naskah sesuai kemampuan. Dengan catatan : naskah tidak terlalu fatal (ketidaksesuaian SKKD dengan isi, kekurangan jumlah soal/soal sama terlalu banyak).
Langganan:
Komentar (Atom)

