..., Kenapa Rezo
begitu ramai disebut, ...
..., memang sebuah kesengajaan ketika seorang teman (notabene kelas 2) satu kelas di tingkat lanjutan pertama mengatakan dalam candanya untuk sebuah fakta pertahanan Atlatik Utara (NATO) dalam mata pelajaran Sejarah, yang disebut-sebut memiliki keterkaitan plesetan nama khas orang Jawa “Narto.” Sehingga imbasnya, seluruh penghuni kelas mau tidak mau harus memiliki nama inisial Jawa sebagai sebutan/plesetan, mulai dari nama orang tua mereka sampai nama-nama khas Jawa yang erat dengan budaya. ...
..., itulah sebabnya, ketika nama asli tidak dapat diplesetan atau dikait-kaitkan dengan khas Jawa, maka dipaksakan untuk mengambil huruf pertama dari nama asli. Berhubung nama asli mulai dari huruf R. Maka melalui proses penelusuran, didapatkan nama-nama diantaranya adalah Ratno, Rasimo, Ramto. ...
..., hanya saja ketiga nama tersebut kurang begitu mengena ketika mau diambil dengan alasan sebagai berikut.
- Nama Ratno, sudah ada teman yang memiliki, seorang bernama Suratno atau Bon Jovi (sebutan nama lain sebelumnya) tidak mau namanya dijamak atau digandakan, karena sudah ia patenkan dalam absensi kelas, dan menurutnya sangat riskan kalau dipakai karena orang tuanya sudah mendaftarkannya di Kantor Catatan Sipil.
- Nama Rasimo juga tidak begitu mengena, karena dengar kabar waktu itu, yang bersangkutan ikut menjadi korban kebakaran pada peristiwa tragedi 1997, gara-gara ikut menjarah cat dari toko bangunan di kotanya.
- Nama Ramto juga tidak bisa dipakai dan bila dengar nama orang itu, pasti merasa keder dan ketakutan, karena yang bersangkutan pernah menjadi Satpam jaga yang terkenal galak. Maklum karena waktu itu, dari sekian Satpam, hanya ia yang boleh membawa borgol besi.
..., jelas ketiga nama tersebut tidak dapat mengena karena alasan-alasan di atas, sebenarnya ada satu nama lain yang bisa masuk dalam kategori, namun lebih tidak mengena lagi alias sangat riskan dipakai dan jarang sekali orang ingin memakainya, karena kalau diartikan sangat-sangat tidak pas, karena nama itu adalah Rasido, ...
..., setelah berbagai hal pemikiran dengan usaha mengingat-ingat, akhirnya ditemukan nama Reso. Nama itu diambil dengan alasan sebagai berikut.
- Segi etimologis, reso adalah bhaurekso (kamus jawa), diartikan sebagai penjaga suatu hal yang berkaitan dengan tempat, suasana, aktivitas kehidupan. Penjaga yang tetap, tidak akan meninggalkannya sampai benar-benar tidak ada yang dijaganya.
- Segi etimologis (Kamus english), reso terbagi menjadi re dan so, re adalah kembali, so adalah jadi/juga. Sehingga reso artinya jadi/juga kembali. Lebih pada pemaknaan sebagai berikut.
- Terlahir kembali sebagai seorang yang sempurna dan memiliki harapan ke depan (menurut q).
- Unsur-unsur retakan yang menyatu kembali menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat bagi kehidupan (bukan pendalaman ilmu rawarontek/Ini juga menurut q lagi).
- Orang yang bepergian jauh/petualang yang memiliki harapan pulang kembali untuk membangun tempat dan suasana dalam kehidupan terlahirnya sebagai pengembangan ilmu atau pengalaman yang didapat dari petualangan itu (pengalaman yang baik-baik, dan perlu dikembangkan).
- Unsur penyerapan nama, reso memiliki kesamaan nama Resa/Reza. Hal ini dapat dikait-kaitkan dengan nama-nama penyanyi-penyanyi terkenal (famous singers), seperti reza Artamevia dan Reza Herlambang. Jadi, ada kemungkinan kesamaan nama itu, syukur-syukur kehidupannya tidak akan jauh dari kepiawaian mereka dalam tarik suara (dapat dibuktikan pernah mengisi pentas 17 an di desa-desa).
- Dan seterusnya ...
Sebenarnya masih banyak nama Reso yang dapat dikait-kaitkan dengan hal-hal lain, namun masih dalam proses pencarian. Di samping itu, karena penulisan ini dilakukan pada tengah malam yang disertai rasa ngantuk yang sangat, sehingga harus dibatasi sampai di sini dulu.
Tidak dapat dipungkiri, karena khawatir yang punya nama pungki akan mrengut, karena namanya diakhiri -ri, sehingga nama Reso adalah flashback dari keterangan-keterangan di atas. Mungkin bukan sebuah rekayasa, tapi sesuatu yang terlihat dipaksakan, mungkin! Tinggal bagaimanalah menilainya. Kesamaan nama yang tertera bukanlah untuk menjatuhkan, melainkan hanya sebagai guyon maton yang mendukung penulisan.
Jika merasa belum mengenal nama aslinya dan takut melupakan, diharapkan untuk menyebut Reso sebanyak dua kali saja nama tersebut, karena kalau tiga kali sudah sering dilakukan orang untuk menandai penekanan (aksen) dalam sebuah pernyataan/penyebutan.
Akhirnya, kekhawatiran dan ketakutan hidup di masa tua, akan dapat dihilangkan, jika kita tetap mengedepankan senyum dan berusaha berpikir bahwa kita akan tetap muda selayaknya, walaupun kenyataannya sudah benar-benar lanjut . Thanks for all. Mohon maaf lahir & batin.
4 Des 2010
Rosid Speziale Reso
..., Alumni SLTP N 1 Mojolaban (Premban) tahun 1998
BalasHapus