Selasa, 29 Mei 2012

SEJENAK RIBET
Sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan, terlibat masalah di toko emas.
Cewek: “aku maunya yang sederhana saja mas, gak perlu mahal, lagian aku tahu kamu kok!”
Cowok: “Gak, yang penting kamu bahagia & senang”
Cewek: “yang biasa saja mas, lagian tidak hanya ini saja yang dipersiapkan, mas juga mesti merencanakan untuk nanti pas nikahan kita”
Cowok: “Tenang saja, semua sudah aku persiapkan segalanya, untuk nanti”
Cewek: “Tapi ??”
Cowok: “ Udah gak pa2, lagian semua sudah pada ngerti”
Cewek: “Ngerti gimana mas?”
Cowok: “Sudah seharusnya mas banyak masalah, dibandingkan kamu, karena memang sudah sewajarnya.”
Cewek: “Kok bisa mas”
Cowok: “bisa, karena masalah memang Mas-alah untukku”
Solusi Lebay
Seorang peziarah bertanya kpd petugas makam tentang keadaan komplek makam yang sudah penuh dengan nisan.
Peziarah: “Pak, kondisi makam ini kelihatanya sudah penuh, lalu bagaimana jika nanti ada orang yang meninggal, & minta dimakamkan sini”
Petugas makam: "Begini pak, tidak ada kemungkinan tuk memugar nisan lain, tapi nanti rencananya pagar makam ini mau ditinggikan dan dikunci”
Peziarah: “lho kok bisa pak, lalu hubungannya apa peninggian pagar sama nisan yang penuh?”
Petugas makam: “rencananya nnti klo pagar sudah jadi, di dalamnya dikasih bberapa singa, jadi klo ada yang meninggal tinggal ditaruh situ”
Peziarah: “ah … mbuh!!!”
Telat .... di Bantu Ya …
di sela-sela kebingungan, karena kapal diketahui bocor, seorang kapten meminta personelnya untuk menginformasikan agar seluruh penumpang segera memakai baju pelampung & meminta seluruh penumpang untuk segera turun ke laut. Namun ketika giliran terakhir sang kapten melompat, tiba-tiba ia melihat satu orang yang terlihat adem ayem & nyantai tanpa baju pelampung. Segera saja kapten bertanya:
Kapten: “tidak usah takut, nanti bantuan segera datang dan menyelamatkan kita”
Penumpang: “gak pak, duluan ja”
Kapten: gak apa2, laut sini aman, gak ada ikan hiu atau paus, paling cuma ubur2 klo gak apes kena kita (sambil menyakinkan)
Penumpang: “saya belakangan saja pak, silahkan saja bapak lompat”
Kapten: “ngeyel, ya sudah saya duluan, tapi jangan menyalahkan nanti”
Selanjutnya kapten segera saja melompat, namun tiba-tiba penumpang menyeru kepadanya.
“Pak !!! itu daratan ….
Alhasil dapat dipastikan brakkk, karena ketika beragumen dengan penumpang. Kapal sudah ditarik kapal bantuan.
Profesional VS anti Profesional
Di sebuah hutan, seorang mandor sedang mengintrograsi pegawainya yang sering meninggalkan alat gergaji mesin dalam keadaan hidup, tanpa mematikannya.
Mandor: “Sudah berulang kali, kamu seringkali teledor meninggalkan gergaji mesin dalam keadaan hidup, bisa gak kerja yang professional?”
Pegawai: “Saya sudah professional pak, solidaritas pun sudah saya tunjukkan, apalagi?”
Mandor: “Tapi meninggalkan gergaji mesin masih hidup, apakah itu tindakan professional!”
Pegawai: “Saya punya alasan untuk itu, Pak.
Yang pertama, gergaji saya tinggalkan, karena menolong teman yang kejatuhan pohon yang habis saya tebang. Yang kedua, saya tinggalkan, karena menolong anak Gorilla yang juga tertimpa.
Yang ketiga, saya tinggalkan, karena saya sendiri juga ikut tertimpa, Pak!
Mandor: “Banyak alasan, ini sudah ketiga kalinya, saya gak mau tahu alasan untuk keempat kalinya, Paham!”
Pegawai: “Paham pak, tapi untuk alasan keempat, saya kurang tau apakah Bapak nanti akan tetap menanyakan alasannya?
Mandor: “Kok bisa !!”
Pegawai: “Bisa saja pak, kemungkinan bapak yang tertimpa juga & saya tidak melihat bapak waktu itu …” Mandor: “ ?????
Tragedi Pink
Sepasang muda mudi diketahui sedang ada masalah, hanya karena sepatu baru yang dibeli, warnanya tidak disukai pasangannya.
Cewek: “tahu gak sih, beli sepatu ini dengan uangku sendiri, gak pernah to aku minta ama kamu, lagian warna ini juga pas untuk cewek”
Cowok: “aku tahu, klo pun kamu mau, akan aku belikan apa pun, asal jangan warna itu, aku paling gak suka”
Cewek: “lha kenapa, bukan kah warna ini sangat indah jika aku pakai, coba lihat, pantas kan!”
Cowok: “nggak klo mesti warna itu yang kamu pakai”
Cewek: “bukankah kemarin, kamu pernah bilang, kalau kamu akan tetap mendukung, apa pun yang ada dalam diriku, tapi kenapa?”
Cowok: “Iya iya aku tahu, tapi aku tetap gak setuju, kalau tetap itu”
Cewek: “ada alasannya, mengapa gak suka dengan warna itu?”
Cowok: “Ada.
Yang pertama, dulu aku pakai itu, malah yang nggodain bukannya cewek, tapi cobrey
Yang kedua, jika aku pakai itu, aku gak tega kalau kamu kalah cantik denganku.
Yang ketiga, jika pakai itu, aku mungkin tak bersamamu saat ini, ngerti”
Cewek: “ya ya. Itu to alesannya, berarti ada kesempatan untuk alasan keempat buat kamu, Plakkk ! (sambil menampar pakai sepatunya)
Cowok: loh !!!
Cewek; “Genap keempat, jika kau berani meninggalkanku, warna ini jua yang menjadi alesannya toh”
Cowok: “ Nggih !!!”
Training Listrik
Petugas PLN terlibat percakapan tentang kinerja siswa magang di instansinya.
Petugas 1: dari ketiga siswa yang magang di tempat kita, sangat berbeda karakteristik satu dengan yang lainnya Petugas 2: Ya jelas. Anaknya juga berbeda, wajar to?
Petugas 1: Bukan karena itu, tapi masalah kerja mereka!
Petugas 2: Tapi kelihatannya, mereka tekun dan disiplin, lalu apa bedanya?
Petugas 1: Ya kelihatannya, tapi
Yang anak pertama: bagus, kreatif, dan gak sungkan belajar dan tanya2 kalau ada masalah di lapangan.
Yang anak kedua: Supel, disiplin, humoris, namun membuat kesel klo nanya yang nggak2, seperti kesetrum rasanya gimana, klo pas di atas hayub2en ngatasinya gmana, hadewhh
Yang anak ketiga: salut untuk yang ketiga ini, berani dan siap, hanya saja terlalu pendiam anaknya
Petugas 2: kok bisa salut ma yang ketiga, yang pertama dan kedua kayakna lebih orientasi kerjanya
Petugas 1: Ya sih. Buktinya, waktu di lapangan, saat aku tinggal ambil kabel, anak ini tetap tenang di atas, gak nanya rasane kesetrum, gak nanya hayub2en, terlebih lagi saat aku nyampai di tempat, anak ini tetap diam saja. Bagus to ???
Petugas 2: padu wae yo !!
KISAH PEMBURU (sebuah pilihan)
Dalam keadaan terpojok seorang pemburu sempat berujar lewat Hp pada istrinya.
Pemburu: "Dik, mungkin ini terakhir kalinya aku bersay hallow denganmu"
Istri: Apa!!!, apakah kurang cukup aku menemanimu selama ini (nada keras)
 Pemburu: “Bukan begitu, Dik. Aku benar-benar sudah tidak bisa (berusaha menyembunyikan)
Istri: “Mulai macam-macam sekarang, ingat Pak, janji kita dulu pas pernikahan to! Sehidup s...emati!”
Pemburu: “Iya Dik, tapi aku mesti gimana lagi, sudah tidak bisa denganmu”
 Istri: “ Ok, kalau maumu begitu, Pak. Tapi tolong, aku ingin tahu, siapa dia yang telah membuat Bapak berubah sekarang?”
 Pemburu: “aku bingung Dik, ada tiga soalnya!”
Istri: Hah …, sebanyak itu, benar2 tega kamu Pak!
 Pemburu: “Lha terus gimana, Dik. Mereka minta semuanya, aku tidak bisa berbuat apa2 sekarang”
Yang pertama: gemuk, rambutnya panjang, giginya bagus, kukunya juga panjang”
Yang kedua: agak gemuk, rambutnya pendek, giginya gingsul, dan senyumnya mencurigakan”
Yang ketiga: agak kurus, rambutnya agak pendek, giginya ompong, dan menggoda”
 Istri: “aku sebenarnya tidak rela Pak, tapi terserah Bapak, jika memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi & jalan untuk kita berdua”
 Pemburu: “Ya Dik. Tapi tolong, setelah ini. Jika berkunjung ke kebun binatang, jangan pernah mengenangku lagi ya, agar kamu gak sedih lagi.”
Istri: “ lhoh … lha memang kenapa Pak?”
Pemburu: “karena aku telah membuat gendut perut singa itu”
Istinya: “Hah …, Bapak serong dengan singa, keterlaluan benar!!!
Pemburu: “Bukan Dik, aku dimakan ….
Istri: ?????

Kamis, 24 Mei 2012

3 U (kategori manis) dalam penafsiran ….,
Lentik, cahaya mata yang berhias. Dalam pesona. Membuka takdir sesuatu hal yang pantas disampaikan. Mengalir bak air jernih yang terus mengarah pada sisi tampilan hati. Dalam body language yang sempat mampir sebentar, & kemudian menghilang. …, bukan sebuah kelelahan, tapi pengalaman dalam sebuah perjalanan. Waktu yang berangkai dalam guratan-guratan detik, menit, dan jam. Semua begitu “manis”.
Dalam rangkaian 3 U (ucap, ulhat, dan U-hearth). …,
Ucap >>> wujud tata kata (perkataan) yang tercermin dalam gaya bicara, dalam santun setiap kata yang tersampaikan. Tak pernah mengucap lelah, mengeluh, dan menyerah. Setiap tutur yang mengomunikasikan semangat, kata-kata kuat untuk diri & sisi hati, sisi kekuatannya. …,
Ulhat {Jawa} (red: pesona wajah ) >>>> wujud tampilan wajah, tampilan senyum, & tampilan suasana rona. Yang tak pernah garang, njudir, mlengos, dsb. Semua mengisyaratkan teduh, damai dalam setiap memandang & dipandang. Tak pernah melelahkan. Jika lelah pun, semua hilang saat terlihat tampilan teduh itu. ….,
U-hearth {English} (red: hati) >>>> Wujud hati, perasaan, mental, & jiwa. Yang tak pernah terisi keraguan, kemunafikan, ketakutan, & kekhawatiran. Hati yang bersih, ikhlas, sabar, dan tenang.

Disadur dari inti pengajian tanggal 31/07/2011
..., Ketika Menjadi ...
1. Bukanlah hal yang wajar, jika terpaksa harus memilih hal-hal yang terlalu tinggi tanpa pertimbangan batas kemampuan yang dimiliki. Terlalu banyak berkhayal tentang hidup enak, mewah, kaya. Tanpa dibarengi niat ikhlas, ikhtiar, & doa yang khusuk tuk merubahnya.
2. Menjadi pengecut memang bukanlah pilihan, terpenting dalam hidup harus merencanakan, meluweskan pikiran, & menenangkan hati sementara. Bukan kalah, tetapi mengalah sebentar untuk berbuat bagaimana cara mengonsep hal-hal pertama untuk selanjutnya.
3. Berpijak dalam jengkal kecil lebih baik dilakukan, daripada melangkahkan jengkal besar yang tergesa-gesa berakibat pada sandungan. Kerikil lebih tajam daripada batu besar. Lebih kecil tapi dapat menggores lekukan2 yang lama-lama membesar.
4. Tidak semua yang kita miliki, akan bertahan lama, jika hanya dijadikan pajangan. Padahal apa yang sebenarnya dimiliki dapat diasah untuk hal-hal yang berarti. Lagian otak besar hanya memiliki sedikit sistem karena tak pernah digunakan, dibanding otak kecil yang kaya akan sistem karena sering digunakan untuk hal-hal yang benar.
5. Menerima sesuatu yang sulit, bukan merupakan kesukaran untuk bertahan. Justru disitulah kita lebih bisa belajar menguasai penyelesaian secara perlahan-lahan.
6. Berhenti pada persoalan hanya membuat kita terlelah dan semakin parah. Karena imbas persoalan akan merumit tanpa usaha yang jelas untuk mengakhirinya.
7. Bersikap apa adanya diperbolehkan, asalkan bertujuan untuk menerima hal-hal penting yang disaring sebelumnya untuk sebuah manfaat. Bebas bukan berarti mutlak. Tetapi bebas dengan tanggung jawab dan memposisikan pada hal-hal yang tidak bertentangan.
8. Akhirilah perjalanan sebentar, tuk melepas lelah dan penat. Berpikir kembali tuk sebuah perjalanan selanjutnya. Melepas peluh lebih berharga daripada menyesakkan orang, ketika suatu saat mesti bertanya arah kemana mesti melangkah. Jangan pernah mengeluh, jika belum pernah merasakan beban. Karena menyerah hanya akan menyebabkan beban semakin berat tanpa diimbangi dengan kekuatan yang kau miliki untuk mengangkatnya 24082011