Selasa, 29 Mei 2012

Profesional VS anti Profesional
Di sebuah hutan, seorang mandor sedang mengintrograsi pegawainya yang sering meninggalkan alat gergaji mesin dalam keadaan hidup, tanpa mematikannya.
Mandor: “Sudah berulang kali, kamu seringkali teledor meninggalkan gergaji mesin dalam keadaan hidup, bisa gak kerja yang professional?”
Pegawai: “Saya sudah professional pak, solidaritas pun sudah saya tunjukkan, apalagi?”
Mandor: “Tapi meninggalkan gergaji mesin masih hidup, apakah itu tindakan professional!”
Pegawai: “Saya punya alasan untuk itu, Pak.
Yang pertama, gergaji saya tinggalkan, karena menolong teman yang kejatuhan pohon yang habis saya tebang. Yang kedua, saya tinggalkan, karena menolong anak Gorilla yang juga tertimpa.
Yang ketiga, saya tinggalkan, karena saya sendiri juga ikut tertimpa, Pak!
Mandor: “Banyak alasan, ini sudah ketiga kalinya, saya gak mau tahu alasan untuk keempat kalinya, Paham!”
Pegawai: “Paham pak, tapi untuk alasan keempat, saya kurang tau apakah Bapak nanti akan tetap menanyakan alasannya?
Mandor: “Kok bisa !!”
Pegawai: “Bisa saja pak, kemungkinan bapak yang tertimpa juga & saya tidak melihat bapak waktu itu …” Mandor: “ ?????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar