Kamis, 24 Mei 2012

3 U (kategori manis) dalam penafsiran ….,
Lentik, cahaya mata yang berhias. Dalam pesona. Membuka takdir sesuatu hal yang pantas disampaikan. Mengalir bak air jernih yang terus mengarah pada sisi tampilan hati. Dalam body language yang sempat mampir sebentar, & kemudian menghilang. …, bukan sebuah kelelahan, tapi pengalaman dalam sebuah perjalanan. Waktu yang berangkai dalam guratan-guratan detik, menit, dan jam. Semua begitu “manis”.
Dalam rangkaian 3 U (ucap, ulhat, dan U-hearth). …,
Ucap >>> wujud tata kata (perkataan) yang tercermin dalam gaya bicara, dalam santun setiap kata yang tersampaikan. Tak pernah mengucap lelah, mengeluh, dan menyerah. Setiap tutur yang mengomunikasikan semangat, kata-kata kuat untuk diri & sisi hati, sisi kekuatannya. …,
Ulhat {Jawa} (red: pesona wajah ) >>>> wujud tampilan wajah, tampilan senyum, & tampilan suasana rona. Yang tak pernah garang, njudir, mlengos, dsb. Semua mengisyaratkan teduh, damai dalam setiap memandang & dipandang. Tak pernah melelahkan. Jika lelah pun, semua hilang saat terlihat tampilan teduh itu. ….,
U-hearth {English} (red: hati) >>>> Wujud hati, perasaan, mental, & jiwa. Yang tak pernah terisi keraguan, kemunafikan, ketakutan, & kekhawatiran. Hati yang bersih, ikhlas, sabar, dan tenang.

Disadur dari inti pengajian tanggal 31/07/2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar